Skip to toolbar

Sejarah Kisah Kelahiran RAJA SISINGAMANGARAJA

Sejarah Kisah Kelahiran RAJA SISINGAMANGARAJA

Sejarah Kisah Kelahiran RAJA SISINGAMANGARAJA

Jauh sebelum masa lahirnya Raja Sisingamangaraja, umumnya di seantero dunia khususnya di daerah tanah Batak pada waktu itu sebahagian besar penduduknya sudah banyak yang mendurhaka kepada Tuhan Mulajadi Nabolon, antara lain kepincangan-kepincangan dalam dalam menjalankan hukum (paradaton), hukum yang tidak adil (sungsang paruhuman) sehingga manusia banyak menempuh jalan kesesatan. Hal ini di sebabkan karena banyaknya orang-orang luar masuk ke tanah Batak yang merusak peraturan-peraturan (manaburhon patik naso hasea), yang sebelumnya seluruh peraturan-peraturan (patik) sangat di taati oleh penduduk disana. Sehinggga akibat dari pelanggaran patik-patik tersebut, maka Tuhan Mulajadi Nabolon mendatangkan bala (balasan) atas kedurhakaan umat tersebut, dimana banyaklah terasa bagi penduduk kesulitan dan gangguan-gangguan di tambah dengan makanan yang serba tidak ada (masa haleon) Tapi rupanya ditengah-tengah banyaknya ummat yang durhaka itu, ada seorang yang masih bersih jiwanya, taat kepada Tuhan Mulajadi Nabolon, dia adalah seorang dari turunan (pomparan) ni Siraja Oloan yang bernama : RAJA BONA NIONAN. Di suatu ketika Raja Bona Nionan di datangi oleh seorang pesuruh Tuhan Mulajadi Nabolon (Gading Habonaran) seraya dia berkata: “Hai Bona Nionan! Nenekmu Siraja Parmahan turun ke tanah Batak Laut Tawar ini, dulunya adalah karena suruhan Mulajadi Nabolon.


Sekarang Tuhan Mulajadi Nabolon mendatangkan/menyuruh seorang puteri cantik (boru namauli bulung) turun ke tanah Batak ini dan berada sekarang di puncak gunung sakti (Dolok Pusuk Buhit). Oleh karena itu berangkatlah engkau kesana untuk mendapatkan puteri cantik itu. Raja Bona Nionan pun memohon terimakasih kepada pesuruh Tuhan tersebut, dan langsunglah dia berangkat ke arah Dolok Pusuk Buhit tempat puteri cantik itu berada. Hari keberangkatannya itu di catat dalam buku Pustaha Tumbaga Holing pada tanggal 20 (singkora duapuluh), dan sampailah dia di puncak dolok pusuk buhit pada tanggal 21 (samirasa maraturun). Ternyata apa yang di katakan malaikat itu benar-benar terjadi, setelah ia sampai di puncak Dolok Pusuk Buhit, dia melihat seorang puteri cantik yang sudah berada di sana, dan kemudian puteri itu berkata kepada Raja Bona Nionan: “Saya datang kemari adalah atas utusan Tuhan Mulajadi Nabolon untuk melaksanakan perintahnya agar engkau mempersunting saya sebagai isterimu, maka oleh sebab itu saya berharap engkau menerima dan tidak menyianyiakan saya.


Mendengar uraian dari puteri cantik itu, maka Bona Nionan pun menjawab: “Saya ini adalah seorang manusia yang hina dan juga buruk rupa, tapi Tuhan Mulajadi Nabolon mengutus seorang puteri cantik untuk saya persunting, apakah saya ini pantas untuk mempersunting engkau yang begitu cantik dan mulia? Lantas sang puteri menjawab :” Engkau di hunjuk oleh Tuhan Mulajadi Nabolon menjadi suamiku bukan karena rupa dan segala apa yang engakau miliki, tetapi karena kelurusan itikad dan ketaatanmu kepada Tuhan Mulajadi Nabolon maka untuk engkau tidak usah berpikir panjang lagi dan saya kita sekarang berangkat. Mendengar jawaban demikian maka Raja Bona Nionan pun tidak dapat berkata apa-apa lagi, selain menuruti ajakan dari puteri tersebut. Tetapi di saat sebelum berangkat, puteri cantik itu bertanya satu hal lagi kepada Raja Bona Nionan :”wahai calon suamiku, saya tahu di daerah tanah Batak ini sungguh kurang baik orang yang tak mempunyai suku (marga) maka seandainya di tengah perjalanan nanti ada yang menanyakan kita mengenai marga saya, maka marga apa yang akan kita sebutkan? Baiklah kata Raja Bona Nionan jika ada yang bertanya demikian maka kita jawab saja bahwa engkau adalah boru dari marga sagala (boru sagala limbong) dan kita tetapkan itulah untuk seterusnya. Lantas mereka pun berangkat menuju ke tempat orang tua Raja Bona Nionan yaitu kampung Bakkara.


Sesampainya mereka disana, orang tua Bona Nionan yaitu TOGA SINAMBELA melihat perempuan yang dibawa oleh Raja Bona Nionan. Orang tuanya tersebut terkejut bercampur heran karena anaknya telah membawa seorang puteri. Lantas ia menanyakan anaknya Raja Bona Nionan: Siapakah puteri kawan ananda yang datang ini? Raja Bona Nionan menjawab itu adalah isteri saya dan menantu dari ayahanda. Toga sinambela pun berkata: Baiklah kalau memang demikian, saya berharap kalian tinggal dan menetaplah di kampung kita ini. Namun berbeda dengan apa yang di harapkan dan diniatkan oleh Toga Sinambela kepada anak itu, hanya sebulan dia hidup bersama dengan sang isteri di kampung bakkara (kampung orang tuanya), pada tanggal 21 (samsara mara turun) Raja Bona Nionan kembali pergi merantau meninggalkan sang isteri. Di melintasi kampung demi kampung hingga pada suatu waktu di sampai di sebuaah perkampungan yang bernama NARUMONDA (sebuah desa di kecamatan porsea). Setelah beberapa tahun di Narumonda, dia menikah dengan seorang putri Raja Marpaung (yang menjadi isteri keduanya). Raja marpaung menikahkannya dengan putrinya atas jasanya mendatangkan hujan. Sebelum raja Bona Nionan datang ke Narumonda, rakyat selalu mengeluh, menderita terhadap musim kemarau panjang, yang menyebabkan sawah kering kerontang dan menimbulkan masa paceklik (Haleon potir) yang berkepanjangan di kampung itu. Kembali ke cerita….Sementara itu keadaan sang isteri yang ditinggal di bakkara tetap tenang, isterinya begitu sabar menunggu kembalinya raja Bona Nionan yang telah bertahun-tahun tak pulang. Sang isteri yang di tinggal itu pun pada suatu malam bermimpi: Dia berjalan ditengah-tengah lautan luas, sambil menjungjung sebuah cawan putih yang berisikan air limau (Uras), limah putih (anggir putih) air bersih (mual na hona saring), di mana semua benda yang ada di dalam cawan tersebut nampak bercahaya (marsinondang), sambil terlihat di pinggir cawan tersebut sebuah tulisan dalam bahasa batak “BORAS NI ROHA”. Laut yang dijalaninya itu terlihat dengan 5 (lima) warna yaitu : kuning (na hunik), merah (narara), putih (nabontar), hitam (nabirong), cemerlang (na tio), dia berjalan di atas laut seperti berjalan di atas tanah yang keras.


Masih dalam keadaan bermimpi sang puteri mendengar lagi sebuah suara yang datang dari sebuah puncak gunung yang sangat tinggi: “ Datanglah engkau wahai sang puteri kesanyangan keatas puncak gunung ini dari tengah-tengah lautan itu agar engkau mengerti apa makna lautan yang engakau jalani ini”, maka sang puteri pun dalam mimpinya menaiki bukit tersebut sampai ke puncaknya. Setelah tiba diatas dia mendengar suara lagi :”akulah dulu yang menyuruh engkau naik ke puncak Gunung Sakti Pusuk Buhit, supaya engkau bisa bertemu dengan Raja Bona Nionan” mendengar suara itu puteri pun langsung berlutut dan menyembah kepada yang berbicara tersebut. Lantas suara itu berkata kembali : “adapun arti dari 5 warna laut yang engkau jalani itu adalah: Tempat manusia dibumi ini adalah 5 huta atau 5 tempat (benua) Marga yang ada terdiri dari lima marga besar (persukuan) Dan lima pembagian waktu dalam satu hari sampai terbenam matahari tidak boleh ditambahi, yaitu sogot, pangului, hos, guling, dan bot Nanti suatu ketika, engkau pasti berada di kampung itu, dan kau akan melihat sekalipun di suatu tempat tidak pernah tumbuh mata air, tapi disaat itu tanahnya akan pecah dan akan muncul mata air (mual na tio). Kemudian Debata Mulajadi Nabolon berkata lagi dalam mimpi puteri itu: “Besok persis di saat waktu tengah hari engkau harus datang ke satu tempat yaitu rimba (harangan sulu-sulu). Di situ ada satu buah batu yang bernama “Batu Sindar Mataniari ” di sebuah mata air yaitu Mual mani huruk di harangan sulu-sulu, engkau harus sampai ketempat tersebut, agar aku dapat menyampaikan tugas untukmu dan juga kesaktian.. Dan secara tiba-tiba putri tersentak dan terbagun dari mimpinya tersebut. Saat dia bermimpi tepatnya pada tanggal 20 (sikkora dua pulu) dan besoknya tanggal 21 (samisara moraturun) di bulan tujuh (sipaha pitu).

Contoh Teks Eksplanasi Tentang Banjir

Contoh Teks Eksplanasi Tentang Banjir

Contoh Teks Eksplanasi Tentang Banjir
Contoh Teks Eksplanasi Tentang Banjir

Banjir merupakan salah satu peristiwa bencana yang sering terjadi sekarang. Banjir ini sebagai peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika aliran air di sungai tersebut melebihi kapasitas dari saluran air yang ada. Akibat dari banjir ini misalnya rusaknya pemukiman warga, jalan, dan gedung yang dibangun di dataran banjir sungai alami. Kerusakan akibat banjir ini dapat dihindari dengan beberapa cara, misalnya dengan pindah atau menjauh dari sungai dan badan air yang lain. Jika banjir terjadi pada suatu daerah biasanya akan menelan banyak kerugian materi yang terkena banjir.


Penyebab banjir disebabkan oleh beberapa hal, bisa dari faktor manusia maupun alam. Beberapa penyebab banjir yang disebabkan faktor manusia adalah penebangan hutan secara liar, pembuangan sampah secara sembarangan, pemukiman di bantaran sungai, kesalahan sistem tata ruang. Penebangan hutan secara liar dapat membuat hutan menjadi gundul. Inilah yang dapat  menjadi penyebab banjir. Akar pohon memiliki fungsi untuk menyerap air sudah ditebang oleh manusia. Oleh sebab itu, jika banyak pohon yang hilang maka akan dengan mudah terjadi bencana banjir. Selain itu, pembuangan sampah sembarangan menjadi salah satu penyebab banjir yang berasal dari faktor manusia.


Sampah yang dibuang secara sembarang, misal di sungai atau aliran air lainnya dapat menyumbat aliran air tersebut sehingga dapat meluap dan menyebabkan terjadinya banjir. Selain itu, pemukiman warga yang didirikan di bantaran sungai juga dapat mengakibatkan sungai tersebut menjadi adanya pendangkalan sungai. Pendangkalan ini terjadi di sungai tersebut karena kebiasaan warga yang suka membuang sampah ke sungai serta keadaan tanah di kiri dan kanan bangunan tersebut dapat saja amblas. Hal tersebut dapat menghambat aliran sungai dan mempersempit lebar sungai dari sebelumnya. Inilah yang dapat menyebabkan rawan banjir.

 

Baca Juga :

Sidang Resmi Kedua BPUPKI

Sidang Resmi Kedua BPUPKI

Sidang Resmi Kedua BPUPKI
Sidang Resmi Kedua BPUPKI

Persidangan resmi BPUPKI yang kedua pada tanggal 10 Juli17 Juli 1945

 Masa persidangan BPUPKI yang kedua berlangsung sejak tanggal 10 Juli 1945 hingga tanggal 17 Juli 1945. Agenda sidang BPUPKI kali ini membahas tentang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, kewarganegaraan Indonesia, rancangan Undang-Undang Dasar, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, serta pendidikan dan pengajaran. Pada persidangan Sejarah BPUPKI yang kedua ini, anggota BPUPKI dibagi-bagi dalam panitia-panitia kecil. Panitia-panitia kecil yang terbentuk itu antara lain adalah:

  1. Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (diketuai oleh Soekarno)
  2. Panitia Pembelaan Tanah Air (diketuai oleh Raden Abikusno Tjokrosoejoso)
  3. Panitia Ekonomi dan Keuangan (diketuai oleh Mohammad Hatta).

Pada tanggal 10 Juli 45 ini merumuskan wilayah  negara Indonesia apabila sudah merdeka nanti, dan terdapat tiga usulan mengenai wilayah negara yaitu :

  1. Bekas jajahan Hindia Belanda (Sabang – Merauke).
  2. Bekas jajahan Hindia Belanda + Kalimantan Utara + Irian Timur + Timur Portugis.
  3. Bekas jajahan Hindia Belanda + Semenanjung Melayu + Irian.

Dari ketiga usulan itu, diambil usulkan yang pertama, yakni wilayah bekas jajahan Hindia Belanda dari Sabang sampai Merauke. Karena kondisi Indonesia saat itu yang sedang dijajah Jepang, apalagi dengan adanya pihak Sekutu yang mulai datang ke Indonesia, sehingga Indonesia tidak memungkinkan untuk menguasai daerah lain selain wilayah dari Sabang sampai Merauke.

Pada tanggal 11 Juli 1945, diadakan sidang panitia Perancang Undang-Undang Dasar yang diketuai oleh Ir. Soekarno, yang membahas dan membentukan lagi panitia kecil di bawahnya, yang tugasnya adalah khusus merancang isi dari Undang-Undang Dasar, yang beranggotakan 7 orang yaitu sebagai berikut :

  1. Mr. Dr. Soepomo (ketua panitia kecil)
  2. KRMT Wongsonegoro (anggota)
  3. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo (anggota)
  4. Alexander Andries Maramis (anggota)
  5. Raden Panji Singgih (anggota)
  6. Haji Agus Salim (anggota)
  7. Soekiman Wirjosandjojo (anggota)

Kemudian muncul perdebatan lagi di kalangan anggota BPUPKI mengenai bentuk negara Indonesia kelak apabila Indonesia merdeka. Terdapat tiga bentuk negara yang diusulkan, yaitu :

  1. Kerajaan
  2. Kesultanan
  3. Republik

Dari ketiga usulan itu, anggota BPUPKI mengambil kesepakatan bahwa bentuk negara Indonesia kelak setelah merdeka adalah Negara Republik.

Pada tanggal 13 Juli 1945, dalam sidang panitia Perancang Undang-Undang Dasar yang diketuai oleh Ir. Soekarno, membahas hasil kerja panitia kecil di bawahnya, yang tugasnya adalah khusus merancang isi dari Undang-Undang Dasar, yang beranggotakan 7 orang tersebut. Hasil kerjanya panitia tersebut kemudian disempurnakan lagi kaidah kebahasaannya oleh Panitia Penghalus Bahasa yang terdiri atas Husein Jayadiningrat, H. Agus Salim, dan Mr. Supomo.

Pada tanggal 14 Juli 1945, sidang pleno BPUPKI menerima laporan panitia Perancang Undang-Undang Dasar, yang dibacakan oleh ketua panitianya sendiri, Ir. Soekarno. Dalam laporan tersebut membahas mengenai rancangan Undang-Undang Dasar yang di dalamnya tercantum tiga masalah pokok yaitu :

  1. Pernyataan tentang Indonesia Merdeka
  2. Pembukaan Undang-Undang Dasar
  3. Batang tubuh Undang-Undang Dasar yang kemudian dinamakan sebagai “Undang-Undang Dasar 1945”, yang isinya meliputi :
  • Wilayah negara Indonesia adalah sama dengan bekas wilayah Hindia-Belanda dahulu, ditambah dengan Malaya, Borneo Utara (sekarang adalah wilayah Sabah dan wilayah Serawak di negara Malaysia, serta wilayah negara Brunei Darussalam), Papua, Timor-Portugis (sekarang adalah wilayah negara Timor Leste), dan pulau-pulau di sekitarnya,
  • Bentuk negara Indonesia adalah Negara Kesatuan,
  • Bentuk pemerintahan Indonesia adalah Republik,
  • Bendera nasional Indonesia adalah Sang Saka Merah Putih,
  • Bahasa nasional Indonesia adalah Bahasa Indonesia.

Konsep proklamasi kemerdekaan negara Indonesia baru rencananya akan disusun dengan mengambil tiga alenia pertama “Piagam Jakarta”, sedangkan konsep Undang-Undang Dasar hampir seluruhnya diambil dari alinea keempat “Piagam Jakarta”. Sementara itu, perdebatan terus berlanjut di antara peserta sidang BPUPKI. Pada tanggal 15 dan 16 Juli 1945 diadakan sidang untuk menyusun UUD berdasarkan hasil kerja Panitia Perancang Undang-Undang Dasar. Dan pada tanggal 17 Juli 1945 dilaporkan hasil kerja penyusunan UUD secara keseluruhan dan hasilnya diterima dalam sidang pleno BPUPKI.

 

Baca Juga :

Latar Belakang Terbentuknya BPUPKI

Latar Belakang Terbentuknya BPUPKI

BPUPKI
BPUPKI

Kekalahan Jepang dalam perang Pasifik semakin jelas. Angkatan Laut Amerika Serikat yang dipimpin oleh Laksamana Nimitz berhasil menduduki posisi penting di Kepulauan Mariana seperti Saipan, Tidian dan Guan. Bagi Sekutu, pulau-pulau tersebut sangat penting (terutama Saipan) karena jarak Saipan – Tokyo dapat dicapai oleh pesawat pengebom B 29 USA. Sementara Angkatan Darat Amerika Serikat yang dipimpin oleh Jendral Douglas Mac Arthur melalui siasat loncat kataknya berhasil pantai Irian dan membangun markasnya di Holandia (Jayapura). Dari Holandia inilah Mac Arthur akan menyerang Filipina untuk memenuhi janjinya.


Di sisi lain kekuatan Angkatan Laut Sekutu yang berpusat di Biak dan Morotai berhasil menghujani bom pada pusat pertahanan militer Jepang di Maluku, Sulawesi, Surabaya dan Semarang. Kondisi tersebut menyebabkan jatuhnya pusat pertahanan Jepang dan merosotnya semangat juang tentara Jepang, terutama di wilayah Ambon, Makassar, Manado, Tarakan, Balikpapan, dan Surabaya. Kekuatan tentara Jepang yang semula ofensif (menyerang) berubah menjadi defensif (bertahan). Kepada bangsa Indonesia, pemerintah militer Jepang masih tetap menggembar gemborkan (meyakinkan) bahwa Jepang akan menang dalam perang Pasifik.


Pada tanggal 18 Juli 1944, Perdana Menteri Hideki Tojo terpaksa mengundurkan diri dan diganti oleh Perdana Menteri Koiso Kuniaki. Perdana Menteri Jepang, Jenderal Kuniaki Koiso, pada tanggal 7 September 1944 dalam sidang istimewa ke-85 Parlemen Jepang (Teikoku Ginkai) mengumumkan bahwa Indonesia akan dimerdekakan kelak di kemudian hari sesudah tercapai kemenangan akhir dalam perang Asia Timur Raya. Janji kemerdekaan ini sering disebut dengan istilah “Deklarasi Kaiso”. Sejak saat itu, Jepang memberikan izin kepada rakyat Indonesia untuk mengibarkan bendera Merah Putih di samping bendera Jepang Hinomaru.


Lagu Indonesia Raya boleh dinyanyikan setelah lagu Kimigayo. Dengan cara itu, Jepang berharap tentara Sekutu akan disambut oleh rakyat Indonesia sebagai penyerbu negara mereka, sehingga untuk merealisasikan janjinya pada tanggal 1 Maret 1945 pimpinan pemerintah pendudukan militer Jepang di Jawa, Jenderal Kumakichi Harada, mengumumkan dibentuknya suatu badan khusus yang bertugas menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, yang dinamakan “Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia”


(BPUPKI) atau dalam bahasa Jepang: Dokuritsu Junbi Cosakai. Pembentukan BPUPKI juga untuk menyelidiki, mempelajari dan mempersiapkan hal-hal penting lainnya yang terkait dengan masalah tata pemerintahan guna mendirikan suatu negara Indonesia merdeka.

 

Sumber :

  1. https://www.dosenpendidikan.com/
  2. https://www.gurupendidikan.co.id/

Cara Penanaman Buah Naga

Cara Penanaman Buah Naga
Buah Naga

Syarat Tumbuh Buah Naga

  1. Sinar Matahari ( sekitar 70 – 80 % )
  2. Curah Hujan ( sekitar 60 mm/bulan )
  3. Ditanam didaratan rendah antara 0 – 350 mdpl
  4. Suhu udara ideal ( sekitar 26° – 36º c) & ( kelembaban 70 – 90% )
  5. Tanah harus beraerasi dangan baik dengan derajat keasaman pH 6,5 – 7

Tanaman buah naga termasuk tanaman tropis yang mudah beradaptasi dengan berbagai lingkungan tumbuh dan perubahan cuaca, seperti sinar matahari dan curah hujan. Curah hujan yang ideal bagi pertumbuhan buah naga adalah sekitar 60 mm/bulan atau 720 mm/tahun. Pada curah hujan 600 – 1.300 mm/tahun tanaman ini juga masih bisa tumbuh. Tanaman ini tidak tahan dengan genangan air.


Hujan yang terlalu deras dan berkepanjangan bisa menyebabkan kerusakan tanaman terutama pembusukan akar dan merambat sampai pangkal batang. Intensitas sinar matahari yang dibutuhkan adalah sekitar 70 – 80 %, oleh karena itulah lebih baik tanaman ini ditanam dilahan tanpa naungan dan sirkulasi udara yang baik.


Tanaman buah naga lebih baik pertumbuhannya bila ditanam didaratan rendah antara 0 – 350 mdpl. Suhu udara yang ideal adalah sekitar 26 – 36 0 celcius dan kelembaban 70 – 90 %. Tanah harus beraerasi dangan baik dengan derajat keasaman pH 6,5 – 7. Agar tanaman buah naga dapat tumbuh dengan baik dan maksimal, media tumbuhnya harus subur dan mengandung bahan organik yang cukup dengan kandungan kalsium yang tinggi. Drainase harus berjalan baik dan bersifat porous, karena tanaman ini tidak tahan genangan air.


Sejarah Singkat Tentang Buah Naga

Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merah buah terlihat mencolok di antara warna naga-naga yang hijau.


Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai thang loy (buah naga). Istilah Thang loy kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon fruit (buah naga).


Penanaman Buah Naga

Berikut Cara Menanam Buah Naga Yang Efektif :

  • Buah naga ditanam dengan cara stek atau penyemaian biji
  • Media tanam porous (tidak becek)
  • Kaya akan unsur hara
  • Berpasir
  • Cukup sinar matahari ( bersuhu antara 38-40 °C )
  • daearah dengan ketinggian di 0–1200 m dpl

Pada umumnya, buah naga ditanam dengan cara stek atau penyemaian biji. Tanaman akan tumbuh subur jika media tanam porous (tidak becek), kaya akan unsur hara, berpasir, cukup sinar matahari dan bersuhu antara 38-40 °C. Jika perawatan cukup baik, tanaman akan mulai berbuah pada umur 11-17 bulan. Buah naga sangat adaptif dibudidaya di berbagai daearah dengan ketinggian di 0–1200 m dpl. Hal terpenting adalah mendapatkan sinar matahari yang cukup merupakan syarat pertumbuhan buah naga merah.

 

Sumber : https://lahan.co.id/